PENINGKATKAN PRODUKTIFITAS PERTANIAN DENGAN PERANCANGAN MESIN PUPUK ORGANIK GRANUL

 Gogodeso, Munggalan, Kanigoro Blitar (25 Agustus 2018) Salah satu kegiatan kelompok “Tani Makmur Jaya” di desa Gogodeso dan  kelompok “Tani Ngudi Makmur” di desa Munggalan adalah pembuatan pupuk organik sederhana yang bahan bakunya didapat dari limbah kotoran sapi. akan tetapi masih ada kendala yang dirasakan oleh masyarakat setempat, yaitu masih belum efisiennya proses pembuatannya. Pembuatan pupuk organik ini masih menggunakan cara manual dan belum menggunakan peralatan atau mesin.  Sehingga seluruh pekerjaan tersebut masih dilakukan secara sederhana.

Pembuatan pupuk organik  merupakan pekerjaan yang sangat berat dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memproduksi pupuk organik tersebut sampai pupuk siap untuk digunakan jika dikerjakan secara manual, masalah mitra adalah keterbatasan  teknologi pengelolaan pupuk organiks sehingga perlu pemberdayaan teknologi dalam mengelola pupuk organik. Menurut Sumidi dan Hartono selaku ketua kelompok tani setemapat mengatakan bahwa Pengolahannya sudah ada dan menghasilkan pupuk serbuk yang memiliki nilai ekonomis Namun dalam pengolahannya masih sangat tradisional sehingga menimbulkan masalah baru jumlah tebaran pupuk karena pupuk berbentuk serbuk tersebut. Oleh karena itu, hal ini perlu disentuh dengan pengembangan Tekonologi Tepat Guna untuk menghasilkan pupuk organik berbentuk granul dengan pengolahan yang baik dan benar sebagai sumber ekonomi untuk menambah pendapatan keluarga sebagai pemberdayaan masyarakat. sekaligus memasarkan hasil produksi yang dilakukan oleh mitra.

Maka dari itu itu Tim Pengabdian Masyarakat dari Politeknik Kediri yang diketuai oleh Dani Irawan, M.Pd dan Rahayu Mekar Bisono Desa Gogodeso dan Desa Munggalan membuat model rancang bangun mesin pembuat pupuk organik granular tipe screw. Mesin menghasilkan pupuk organik berbentuk granular yang kompak sehingga mudah untuk dibawa dan diaplikasikan ke lahan. Keberadaan mesin ini dapat mengolah bahan-bahan organik yang tersedia di sekitar areal pertanian dibuat menjadi pupuk organik granular sehingga dapat mengatasi masalah kekurangan ketersediaan pupuk bagi petani Keuntungan lain dari tersedianya mesin ini dapat mengurangi masalah limbah pertanian disekitar kita, dapat melakukan diversifikasi produk, peningkatan usaha, pengembangan volume usaha dan perluasan pasar pada masa yang akan datang. Cara kerja dan perawatan mesin ini kemudian di jelaskan oleh tim pengabdian Masyarakat Politeknik Kediri di rumah warga sekitar pada Sabtu 25 Agustus 2018 dan  Diharapkan hal ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan peningkatan pendapatan asli daerah.

Maka dari itu itu Tim Pengabdian Masyarakat dari Politeknik Kediri yang diketuai oleh Dani Irawan, M.Pd dan Rahayu Mekar Bisono Desa Gogodeso dan Desa Munggalan membuat model rancang bangun mesin pembuat pupuk organik granular tipe screw. Mesin menghasilkan pupuk organik berbentuk granular yang kompak sehingga mudah untuk dibawa dan diaplikasikan ke lahan. Keberadaan mesin ini dapat mengolah bahan-bahan organik yang tersedia di sekitar areal pertanian dibuat menjadi pupuk organik granular sehingga dapat mengatasi masalah kekurangan ketersediaan pupuk bagi petani Keuntungan lain dari tersedianya mesin ini dapat mengurangi masalah limbah pertanian disekitar kita, dapat melakukan diversifikasi produk, peningkatan usaha, pengembangan volume usaha dan perluasan pasar pada masa yang akan datang. Cara kerja dan perawatan mesin ini kemudian di jelaskan oleh tim pengabdian Masyarakat Politeknik Kediri di rumah warga sekitar pada Sabtu 25 Agustus 2018 dan  Diharapkan hal ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan peningkatan pendapatan asli daerah.

 

Leave a Reply