Fantastis Mahasiswa Politeknik Kediri Peduli Literasi

PUSKOM- Di malam semangat perjuangan Tim Nasional sepakbola Indonesia, 17 Desember 2016, merebutkan juara pada Piala Asean Football Federation (AFF) 2016 menggemuruh. Saat mayoritas masyarakat Indonesia serentak bersorai, menyambut dengan tegang detik-detik pertandingan dalam Kejuaraan Sepakbola Asean itu, sorak-sorak gembira ramai memenuhi halaman belakang kampus Politeknik Kediri.

Kegembiraan itu bukan dalam rangka menyambut keberhasilan Boaz Solossa dkk. mencapai puncak final Piala AFF 2016 di Negeri Gajah Putih. Melainkan memeriahkan niat baik Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Kediri gotong-royong menggalang donasi buku atau dana, untuk kemajuan literasi di Kediri. Guna mewadahi ajang amal itu, BEM Politeknik Kediri yang berlokasi di Jalan Mayor Bismo 27 Kediri tersebut menggelar Pentas Seni Akhir Tahun, bertajuk “Nada Indah untuk Sesama”.

Beragam atraksi dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Politeknik Kediri secara estafet dipentaskan sejak sore sampai petang. Kelompok lain dari bermacam komunitas kesenian Kediri pun turut partisipasi. Di atas panggung yang sengaja didesain dengan gaya pop yang sederhana, karya seni pertunjukan mulai dari tari sampai musik tampil meriah hingga menawan hati penonton. Seringkali pengunjung yang mayoritas muda-mudi itu terlena mengikuti irama acara, lebih-lebih ketika alunan musik di atas panggung sedang berdendang.

 

“Sebenarnya gagasan itu sudah tercetus sejak lama, kemudian oleh teman-teman dikerucutkan jadi Pentas Seni Akhir Tahun. Aksi ini baru pertama kali dilakukan BEM Politeknik Kediri. Semoga akan berlanjut jadi kegiatan tahunan,” kata Presiden BEM Politeknik Kediri, Tri Yuli Kurniawan. 

Pemuda asli Kelurahan Dandangan Kota Kediri ini, mengaku resah dengan perkembangan gemar membaca masyarakat Indonesia, khususnya di Kediri. Mendapati kemampuan seseorang membaca, atau mengolah informasi suatu teks yang masih pada taraf memperihatinkan adalah salah satu contoh saja. Ia meyakini, untuk mendapatkan informasi lebih mendalam, terstruktur dan sistematis, buku tetaplah penting jadi rujukan.

“Yang masih bisa kami lakukan sekarang adalah menggalang buku sebanyak-banyaknya untuk dimanfaatkan di kantung-kantung literasi di Kediri,” imbuh Tri Yuli Kurniawan, di tengah acara berlangsung, tidak lama setelah menyerahkan sumbangsih buku mewakili BEM Politeknik Kediri kepada Mahanani, sebuah taman baca dan ruang belajar yang bernaung di Kota Kediri. Selain buku-buku, BEM Politeknik Kediri juga berhasil mengumpulkan sejumlah dana. Rencananya akan dialokasikan ke panti sosial di Kediri. (Naim Ali)